Sabtu, 27 September 2014

#Jumatulis 02 - 01 POP : Tentang Lima Novel Populer yang Berkesan



Hai, hai…

#Jumatulis kali ini temanya adalah ‘Pop’. Hal pertama yang terlintas di benak saya saat membaca atau mendengar kata itu adalah kata ‘populer’. Populer dalam artian disukai banyak orang atau khalayak umum.
Tenang, kali ini saya tak mau membedah kata populer dari segi kebahasaan atau ejaan. Biarkan saja bedah-membedah jadi urusan orang lain atau bahasan pada waktu lain. Hahaha. Postingan kali ini saya mau membagi tentang novel-novel populer yang—sempat—saya sukai pada masanya.




Novel populer adalah novel yang memiliki masa dan pembacanya. Biasanya menampilkan masalah aktual secara tidak mendalam. Sebagian novel populer cepat ‘ketinggalan zaman’, mengingat beberapa di antaranya mengikuti perkembangan zaman. Maka tak heran ketika ada novel-novel baru yang ‘meledak’, maka novel populer tersebut akan ditinggalkan dan berganti dengan novel-novel lainnya. 
Nah, berikut lima novel populer bergenre remaja-dewasa yang sempat bahkan sampai sekarang saya sukai.

1.  FAIRISH - Esti Kinasih (2006)
Novel remaja ini saya baca saat saya kelas 3 SMP. Bercerita tentang cewek mungil bernama Fairish yang harus berpura-pura menjadi pacar seorang siswa baru yang fans-nya banyak bernama Davi. Sejak itu dimulailah kisah cinta remaja Fairish dan Davi. Novel ini benar-benar novel remaja yang membahas kisah dan lika-liku hidup remaja khususnya anak SMA. Fairish sempat dibuat serial tv-nya oleh salah satu stasiun swasta. Waktu itu saya rajin mengikuti, mengingat novel ini adalah salah satu teenlit favorit saya. Setelah Fairish, saya kemudian 'rajin' membaca karya-karya Esti Kinasih lainnya.

2. Rumah Beratap Bugenvil - Agnes Jessica (2003)

Saya ingat saat SMA saya sering sekali membaca karya-karya Agnes Jessica yang dipinjamkan oleh tetangga saya yang mamanya adalah seorang pustakawan di sebuah sekolah. Dulu saya bisa menyelesaikan satu judul buku setiap hari. Di antara novel-novel Agnes yang saya baca, ini yang paling melekat. Mungkin karena kata 'Bugenvil' yang sampai sekarang ketika disebutkan, saya pasti akan langsung teringat dengan novel ini. Sekarang saya tidak pernah membaca buku Agnes Jessica lagi. Mungkin, kelak, saya akan datang ke rumah tetangga saya dan meminta tolong kepada mamanya untuk dibawakan buku-buku Agnes Jessica lagi. :p

3. Filosofi Kopi - Dewi Lestari (2006)
Novel ini saya baca saat awal-awal kuliah. Di antara semua karya Dewi Lestari yang sudah saya baca, saya paling suka dengan buku ini. Berisi 18 buah tulisan yang ditulis dalam rentang waktu tahun 1995-2005, dan sempat dianugerahi sebagai Karya Sastra Terbaik tahun 2006 oleh Majalah Tempo. Bukan hanya karena buku ini ada unsur 'kopi'nya, taoi beberapa cerita di dalamnya memang menarik. Coba kalian nikmati sendiri deh. Hahaha.

4. Dan Hujan pun Berhenti - Farida Susanty (2007)
Ini novel yang baru saya baca tahun lalu. Genre-nya remaja, tapi cukup berbeda karena mengangkat cerita yang berbeda. Bukan tentang kisah indah anak SMA, tapi kisah suram remaja. Hanya saja saya agak terganggu dengan isi buku yang penuh dengan huruf kapital atau capslock. Idenya menarik, tapi tak cukup membuat saya nyaman membacanya. Buku ini cukup berkesan, karena cukup membuat saya emosi membacanya. hahaha.

5. Pondok Cinta - Liestyo Soewito (2002)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar